Rabu, 26 November 2014

TECHNOLOGI CLOUD COMPUTING

I.     Pengantar
Komputasi awan (cloud computing) ada di mana-mana. Ambil beberapa majalah atau kunjungi sebagian besar web site IT, atau blog, anda akan diyakinkan untuk melihat pembicaraan tentang komputasi awan[1]. Dalam evolusi teknologi komputasi pemrosesan informasi telah bergeser dari mainframe personal komputer (pc) ke server centris komputer ke Web. Saat ini banyak organisasi yang serius untuk mempertimbangkan menggunakan komputasi awan[2].Berdasarkan riset Kai-Uwe Ruhse, CISA, PCI QSA dan Maria Baturova, Maret 2012, salah seorang manager senior dan konsultan pada lembaga Protiviti Jerman (www.protiviti.de), dari beberapa studi kasus proyek cloud computing yang memperlihatkan perubahan kepada cloud computing memperlihatkan terjadinya banyak perubahan keputusan strategis dan penting bagi para manajer TI. Perencanaan strategis SI/TI yang telah berjalan perlu dikaji ulang terkait dengan pemilihan skenario penggunaan layanan cloud computing yang sesuai[3].
Istilah Cloud Compting menjadi sangat popular saat ini dan banyak perusahaan ingin mengambil bagian di dalamnya[4]. IDC analyze dalam reportase penelitiannya menyebutkan bahwa terjadi peningkatan penggunaan cloud computing antara tahun 2011 sampai dengan 2014 sebagaimana gambar grafik[5] di bawah ini
Sehingga menjadi sangat menarik untuk mengetahui lebih lenngkap tentang cloud computing, terutama tentang framework, teknologi dan contoh-contoh aplikasi public tentang cloud computer.

II.     Pengertian Cloud Computing
Untuk dapat memahami tentang cloud computing dimulai dengan memahami pengertian cloud computing. Ada banyak tersedia definisi tentang cloud computing yang diberikan para ahli dan organisasi. Namun sebagian besar merujuk pada definisi yang dikemukakan oleh NIST. NIST (National Institute of Standards Technology) memberikan definisi tentang cloud computing sebagai sebuah model untuk memungkinkan ketersebaran, kenyamanan dan akses jaringan berdasarkan permintaan pada sebuah sumber daya komputasi yang telah dikonfigurasi bersama (misalnya, jaringan server, penyimpanan, aplikasi dan layanan) yang dapat dengan cepat ditetapkan dirilis dengan upaya manajeman yang minimal atau interaksi dengan penyedia layanan[6]. Sedangkan Kantor Komisaris Privasi Canada (The Office of Privacy Commissioner of Canada) menjelaskan Cloud computing adalah penyediaan layanan komputasi melalui Internet. Layanan Cloud memungkinkan individu dan bisnis untuk menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras yang dikelola oleh pihak ketiga secara remote (jarak jauh). Contoh layanan awan meliputi penyimpanan online berkas, situs jejaring sosial, webmail, dan aplikasi bisnis online[7]
Sementara itu Garry Conway (2011) menjelaskan bahwa komputasi awan, secara umum, adalah sesuatu yang memberikan layanan host TI melalui Internet, dan memungkinkan konsumen untuk mengakses layanan dan data melalui perangkat dengan  Akses Internet. Apa yang membedakan komputasi awan dari komputasi tradisional adalah bahwa: layanan cloud dijual atas permintaan; fleksibel (pengguna dapat mengkonsumsi sebanyak atau sesedikit yang mereka butuhkan); dan Layanan dikelola oleh provider[8]. Istilah ini berasal dari metafora untuk internet yang secara mendasar adalah jaringan dari jaringan yang memberikan akses secara jarak jauh (remote) ke sekumpulan (set) sumber daya IT yang terdesentralisasi[9]
Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa cloud computing adalah sebuah model jaringan computer (computer network), tersebar di mana-mana, yang dapat diakses melalui internet dan akses berdasarkan permintaan (fleksibel/elastis), memiliki sumber daya komputasi dan telah dikonfigurasi untuk penggunaan secara bersama-sama (shared) baik untuk jaringan server, penyimpanan data atau layanan aplikasi, yang dapat disediakan dengan cepat atau melalui interaksi dengan penyedia layanan.

III.    Karakteristik Cloud Computing 
Karakteristik adalah segala sesuatu yang menjadi ciri khas, dalam hal cloud computing yang menjadi karakteristinya sebagaimana di ungkapkan oleh NIST[10] berikut ini adalah karakeristik dasar cloud computing merujuk pada penjelasan NIST dan kemudian diikuti oleh penjelasan para ahli lainnya:
A. On demand Self Service :
Pengguna dapat secara sepihak menentukan kapabilitas komputasi, seperti menentukan waktu server, jaringan penyimpanan sesuai yang diperlukan secara otomatis tanpa berinteraksi dengan manusia pada setiap penyedia jasa layanan, yaitu, konsumen dapat dilayani secara otomatis dapat meminta layanan berdasarkan kebutuhan mereka, tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan[11]. Atau dengan kata lain pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja[12].

B. Broad network access
NIST menjelaskan karakteristik ini sebagai kemampuannya menyediakan akses jaringan melalui mekanisme-mekanisme standar yang memajukan penggunaan berbagai platform baik thin client maupun thick client (misalnya ponsel, tablet, laptop dan workstation). Sedangkan Komunitas Cloud Computing Indonesia[13] menjelaskan sebagai kapabilitas layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb. Secara ringkas dapat dikatakan kemampuan Cloud (Hardware dan software) yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui berbagai platform[14].

C. Resource pooling.
Sumber daya pelayanan di kumpulkan dalam satu tempat untuk melayanai berbagai pelanggan dengan menggunakan model multi layanan, dengan fisik dan sumber daya virtual yang berbeda secara dinamis ditugaskan dan ditugaskan kembali sesuai permintaan pelanggan. Ada sebuah rasa independensi lokasi yang secara umum pelanggan tidak memiliki kontrol atau pengetahuan melalui lokasi yang senyatanya dari sumberdaya provider, tetapi mungkin sanggup menentukan lokasi pada level abstraksi yang lebih tinggi (misalnya negara, provinsi atau pusat data). Sebagai contoh sumber daya termasuk storage (media penyimpanan), pemroses, memory dan bandwith. M.Hamdaqa dan L.Tahvildari (2012) menyebut karakeristik ini sebagai Resource Pooling and Multi Tenancy, yaitu sumber daya cloud seperti storage, memory, bandwitdh dan virtual machine, dipakai bersama oleh multi pelanggang dan ditugaskan secara ekseklusive untuk sementara waktu berjalan pada satu pengguna dalam satu waktu (bersamaan). Penugasan sumberdaya dilakukan secara dinamis berdasarkan pada kebutuhan pelanggan[15].

D. Rapid elasticity
Kapabilitas dapat secara lentur (elastis) ditetapkan dan di rilis, pada beberapa kasus dapat secara otomatis, untuk skala keluar masuk secara cepat sepadan dengan permintaan. Untuk pelanggan ketersediaan kapabilitas untuk menyediakan yang sering muncul menjadi tidak terbatas dan dalam setiap kuantitas dapat disesuaikan setiap waktu.
E. Measured service
Sistem cloud secara otomatis mengkontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran pada beberapa tingkat penyesuaian secara abstrak pada macam-macam layanan (seperti storage,pemrosesan, bandwidth dan akun pengguna aktive). Pemakaian sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan secara transparan untuk kedua penyedia layanan dan pelanggan atas penggunaan layanan.
Karakteristik di atas berdasarkan pada kondisi yang tersedia saat ini, dan masih sangat mungkin untuk berkembang pada masa yang akan datang.

IV.    Model Komputasi Awan
Komputasi awal memiliki pola layanan dan pola kerja yang kemudian disebut sebagai model. Dalam cloud computing terdapat dua jenis model pertama model layanan atau service model dan kedua model sebaran atau deployment model. Berikut ini akan diuraikan tentang model-model tersebut.
A.    Service Model (model layanan)
NIST mengelompokkan layanan cloud dalam tiga kategori, yaitu Software as a Service (SaaS) atau perangkat lunak sebagai sebuah layanan, Platform as a Service (PaaS) atau Platform sebagai sebuah layanan dan Infrastructure as a Service (IaaS) atau Infrastruktur sebagai sebuah layanan, akan tetapi IBM menambahkan satu lagi bentuk layanan yaitu Business service as a Service (BaaS) atau Proses Bisnis sebagai sebuah layanan. Secara hirarkhi kedua (NIST dan IBM) permodelan tersebut di gambarkan sebagai berikut:


1.      Software as a Service (SaaS)
Sistem komputasi awan (cloud) menyediakan layanan kepada pengguna dengan menyediakan software yang dikembangkan oleh pihak provider, sedangkan konsumen (pelanggang) tinggal menggunakan software yang telah tersedia tersebut dan umumnya software tersebut dalam bentuk aplikasi yang siap pakai. Aplikasi umunya dapat diakses dari berbagai antar muka klien, baik thin client seperti web browser (mislanya email berbasis web), atau sebuah program antarmuka. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan yang mendasari infrastruktur awan termasuk jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan (storage), atau bahkan kemampuan aplikasi secara individual, dengan kemungkinan pengecualian untuk dilakukan konfigurasi pembatasan pada penggunaan tertentu[16].
Model SaaS menyediakan layanan perangkat lunak aplikasi lengkap yang siap untuk digunakan. Pengguna cloud hanya terhubung ke aplikasi yang sedang berjalan di lokasi yang jauh; pengguna mungkin tidak tahu di mana. Penyedia layanan cloud bertanggung jawab untuk mengelola infrastruktur cloud, platform di mana aplikasi berjalan, dan aplikasi itu sendiri[17].
Sebuah layanan dapat dikatakan sebagai SaaS jika memungkinkan konsumen (end user) untuk mengakses dan menggunakan aplikasi perangkat lunak yang dimiliki provider, dikerahkan dan dikelola oleh provider. Konsumen biasanya memiliki kendali terbatas atas aplikasi tersebut dan dibatasi bagaimana mereka menggunakan dan berinteraksi dengan aplikasi tersebut[18].
Dalam model ini aplikasi lengkap yang ditawarkan kepada pelanggan sebagai layanan on demand (atas permintaan). Sebuah contoh layanan cloud dan berbagai pengguna akhir (pelanggan) dilayani dengan itu. Pada sisi pengguna tidak ada investasi (modal) awal baik untuk pengadaan server atau lisensi perangkat lunaknya. Sedangkan pada sisi provider biayanya lebih rendah karena hanya menggunakan satu aplikasi dan perawatan. Saat ini layanan demikian ditawarkan oleh perusahaan perusahaan seperti Google, Salesforce, Microsoft, Zoho dan lain-lain[19].
Aplikasi SaaS saat ini sering berupa layanan yang dapat diakses oleh aplikasi lokal atau aplikasi cloud lainnya. Aplikasi Salesforce.com dari CRM misalnya, menyediakan berbagai layanan yang dapat digunakan untuk mengitegrasikan fungsi-fungsi dengan aplikasi lokal[20]. SaaS membuat anda perlu untuk memiliki salinan fisik perangkat lunak (software) untuk di install dalam perangkat anda. SaaS juga membuat lebih mudah untuk memiliki software yang sama pada semua perangkat yang berbeda sekaligus dengan mengakses melalui Cloud[21].
SaaS memiliki beberapa ciri tertentu[22]:
a.       Availability via web browser (Ketersediaan melalui Web Browser): SaaS tidak pernah membutuhkan instalasi software di Laptop atau Dekstop.
b.      On Demand Availability (Ketersediaan atas permintaan): tidak perlu proses penjulan untuk mendapatkan akses SaaS, sekali memiliki akses maka dapat mengaksesnya kembali kapanpun di manapun.
c.       Payment term based on usage (Pembayaran berdasarkan penggunaan): SaaS tidak memerlukan investasi infrastruktur atau pengaturan kompleks, sehingga Anda tidak perlu membayar biaya setup besar. Anda hanya harus membayar untuk bagian-bagian dari layanan yang Anda gunakan saat Anda menggunakannya. Bila Anda tidak perlu lagi layanan tersebut, Anda hanya berhenti membayar.
d.      Minimal IT Demands (permintaan Teknologi Informasi yang minim): Sistem SaaS tidak memerlukan pengetahuan teknis yang tinggi untuk melakukan konfigurasinya.

  1. Platform as a Service
Dalam ilmu komputer,  platform atau serambi merupakan kombinasi antara sebuah arsitektur perangkat keras dengan sebuah kerangka kerja perangkat lunak (termasuk kerangka kerja aplikasi). Kombinasi tersebut memungkikan sebuah perangkat lunak, khusus perangkat lunak aplikasi, dapat berjalan. Platform yang umum sudah menyertakanarsitektur, sistem operasi, bahasa pemrograman dan antarmuka yang terkait (pustaka sistem runtime  atau antar muka pengguna grafis) untuk komputer.
Platform adalah unsur yang penting dalam pengembangan perangkat lunak. Platform mungkin dapat didefinisikan secara sederhana sebagai tempat untuk menjalankan perangkat lunak. Penyelenggara platform menyediakan pengembang perangkat lunak dengan kesepakatan serangkaian kode logika yang akan berjalan secara konsisten sepanjang platform ini berjalan di atas platform yang lainnya. Kode logika ini mencakup bytecode, kode sumber, dan kode mesin. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak dibatasi oleh jenis sistem operasi yang tersedia. Platform telah menggantikan sebagian besar bahasa mesin independen[23].
Dalam cloud computing platform as a service dipahami sebagai pelayanan berupa platform. NIST menjelaskan PaaS sebagai kapabilitas yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan kepada infrastruktur yang telah dibuat, atau aplikasi yang telah dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman library,layanan dan peralatan pemrograman yang disediakan oleh provider.
Di sini, lapisan lingkungan software, atau pengembangan dirumuskan & ditawarkan sebagai layanan, di mana tingkat lain yang lebih tinggi dari layanan dapat dibangun. Pelanggan memiliki kebebasan untuk membangun aplikasi sendiri, yang berjalan pada infrastruktur penyedia[24].
Dimana pengguna dapat menyediakan aplikasi mereka sendiri atau melakukan aktivitas pengembangan. Berikut ini adalah contoh layanan yang menggunakan model PaaS[25]:
  1. Middleware
  2. Application servers
  3. Database servers
  4. Portal servers
  5. Development runtime environments

PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa “rumah” berikut lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan “rumah” ini (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
PaaS memiliki ciri atau karakter khas sebagai berkut[26]:
a.    Melayani pengembangan, pengujian, penyebaran, penempatan dan pemeliharaan aplikasi dalam satu lingkungan pengembangan yang terintegrasi. Semua variasi layanan dibutuhkan untuk memenuhi proses pengembangan aplikasi
b.    User interface (antar muka pengguna) berbasis web, mencipatakan tool (alat bantu) untuk menciptakan, memodifikasi, menguji, dan menyebarkan skenario UI (user interface) yang berbeda.
c.    Arsitektur multi pelanggan dimana berbagai pengguna yang saling bersaing memanfaatkan aplikasi pengembangan yang sama.
d.    Dibangun skalabilitas untuk pengembangan software termasuk load balancing dan failover.
e.    Terintegrasi dengan layanan web dan basis data melalui standard sebagaimana umumnya.
f.     Dukungan untuk melakukan kolaborasi tim pengembangan- beberapa PaaS solution menyertakan perangkat perencanaan project dan komunikasi.
g.    Bantuan peralatan (tool) untuk menangani tagihan dan sumbangan.

  1. Infrastructure as a Service (Infrastruktur sebagai Layanan)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun diatasnya.
IaaS memiliki karakteristik[27] sebagai berikut:
a.       Sumber daya didistribusikan sebagai layanan
b.      Terbuka terhadak skala yang dinamis
c.       Memiliki variasi biaya, model kegunaan harga
d.      Umumnya termasuk banyak pengguna pada sebuah perangkat keras tunggal.

Dari ketiga layanan tersebut secara ringkas digambarkan oleh Torry Haris, sebagai berikut:



B.   Deployment Model
Model penyebaran Cloud menurut beberapa ahli dan kalangan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, menyebutkan model penyebaran Cloud adalah sebagai berikut:

1. Public Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanannya. Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live Mail, dsb. Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365, GoogleApps, dsb.

2. Private Cloud
Adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasanya departemen IT akan berperan sebagai service provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi service consumer. Sebagai service provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada. Contoh layanannya:
SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal. PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal IaaS: Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal

3. Hybrid Cloud
Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

4. Community Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu, yang consumer-nya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar keamanan, aturan, compliance, dsb. Community Cloud ini bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau lebih organisasi dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya.



V.      Arsitektur Cloud Computing
Beberapa badan usaha besar telah mengembangkan framework arstiketur cloud computing, diantaranya adalah IBM, Cisco, Amazone, berikut ini adalah arsitektur cloud dimaksud.
A.     Arsitektur IBM
IBM mengembangkan arsitektur cloud dengan dan menyebutnya sebagai Cloud Computing Refference Architecture (CC RA)[28], yaitu modular framwork Silang IBM, untuk memahami bagaimana elemen-elemen yang berbeda dalam sebuah lingkingan cloud berhubungan satu dengan yang lainnya. Hal ini juga untuk menggali lebih dalam setiap elemen yang membentuk CCRA.
Arsitektur CCRA digambarkan sebagai berikut:

Prinsip-prinsip dasar arsitektur CCRA adalah sebagai berikut:
1.      Desain untuk cloud skala efisiensi (“Prinsip Efisiensi”)
Desain untuk efisiensi skala cloud, dan waktu untuk membawa/waktu untuk matrik perubahan, ketika menyadari karakteristik cloud seperti elastisitas, akses layanan mandiri, dan sumber daya yang fleksibel.
2.       Layanan untuk manajemen yang ramping (“Prinsip Keringanan/Kemudahan”)
Dukungan sandaran untuk layanan yang ringan dalam kebijakan  manajemen, proses dan teknologi.
Eksploitasi radikal tingkat tinggi untuk standardisasi di lingkungan awan untuk mengurangi biaya manajemen, berdasarkan pendekatan Eliminate-Standardize-Optimize
3.       Mengidentifikasi Kesamaan Pengaruh (“Prinsip skala yang ekonomis)
Identifikasi dan kesamaan pengaruh dalam desain layanan cloud: memaksimalkan pembagian pada manajemen komponen, infrastuktur dan layanan infrastruktur/platform layanan cloud pada layanan cloud untuk mengurangi pengeluaran modal dan pengeluaran operasional dan waktu untuk pemasaran.
4.       Mendefinisikan dan Mengelola Layanan Cloud umum sepanjang Siklus Hidup (“prinsip genericitas”)
Mendefinisikan contoh layanan dan menegelola contoh-contoh layanan secara umum sepanjang siklus hidupnya pada I/P/S/BPaaS,yaitu dukungan untuk IaaS/PaaS/SaaS/BpaaS layanan cloud dalam sebuah mode yang umum dalam satu manajemen platform
Prinsip prinsip tersebut diimplimentasikan dengan diagram sebagai berikut:
B.     Cisco Arsitektur Framework
Cisco, sebuah perusahaan yang selama ini bergerak pada perangkat jaringan komputer turut serta memberikan pendapatnya tentang framework cloud. Akan tetapi titik tekannya lebih pada aspek sistem storage. Berikut ini adalah gambaran arsitektur yang dikembangkan oleh Cisco[29].



Gambar tersebut dijelaskan, bahwa model referensi, yang menggambarkan
lapisan arsitektur, terhubung melalui API dan repositori. Jika kita mempelajari kerangka lebih dekat, berikut aspek dapat diartikulasikan. Pada dasar dari kerangka kerja ini adalah arsitektur teknologi data center, yang terdiri dari tiga blok penting dari jaringan, menghitung, dan penyimpanan. Lapisan ini host semua layanan yang disampaikanuntuk konsumen awan atau pelanggan. Lapisan penting adalah lapisan keamanan. Mengambil kunci dalam lapisan ini adalah bahwa keamanan diselimuti sebagai tujuan end-to- Arsitektur di semua aspek kerangka. Keamanan dianggap sebagai salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan di framework cloud; maka, itu harus diperhitungkan dalam arti yang komprehensif. Setelah teknologi dan lapisan keamanan adalah lapisan Layanan Orkestrasi, yang diimplementasikan dengan konfigurasi pembangkit repositori. Repositori menyimpan informasi konfigurasi utama seperti sebagai katalog layanan, inventarisasi aset, dan sumber daya untuk layanan pemetaan. Lapisan ini merupakan lapisan penting karena memetakan komponen teknologi untuk komponen layanan dan berfungsi sebagai titik referensi selama layanan penyediaan. Lapisan orkestrasi layanan adalah "lem" yang mengintegrasikan lapisan bawah untuk membuat layanan untuk pengiriman. Lapisan berikutnya juga di mana infrastruktur dan manajemen pelayanan fungsi berlangsung. Lapisan paling atas adalah lapisan interface konsumen, biasanya didapat melalui solusi portal. Ini adalah lapisan di mana layanan didefinisikan,diminta, dan dikelola oleh konsumen.

VI.      Cloud computing sebagai business drivers
Cloud computing berpotensi untuk membantu agensi (lembaga-lembaga) memberi pengaruh teknologi moderen seperti komputer, virtualisasi dan interaksi diseluruh dunia melalui konektifitas internet. Beberapa kunci Business Drivers adalah[30]:
A.            Mengejar oportunitas bisnis baru, seperti mencoba hal baru untuk mencari dan berinteraksi dengan pelanggan melalui internet.
B.            Mengurangi modal awal dari belanja modal untuk peralatan komputer dan biaya-biaya yang berkaitan seperti fisik pusat data dan staf pendukung, sementara mengurangi resiko financial yang terkait dengan Lembaga dengan mengganti biaya modal awal dengan perkiraan operasional yang asuk akal.
C.            Berpotensi mengurangi biaya berkelanjutan (ongoing cost), karena untuk penggunaan infrastuktur dan spesialis teknis yang secara khas berbagi antara beberapa pelanggan untuk mencapai skala yang ekonomis, bagaimanapun biaya untuk menerapkan kendali untuk membantu mengarahkan resiko-resiko terutama yang berkaitan dengan Infrastuktur bersama dapat mengurangi potensi penghematan biaya pada beberapa jenis cloud computing.
D.            Meningkatkan potensi bisnis berkelanjutan dan ketersediaan infrastuktur komputasi jika pengguna memiliki jaminan atas ketersediaan konektifitas jaringan dimana infrastruktur dapat secara cepat dan fleksibel skala untuk memenuhi puncak dan palung pada permintaan penggunaan, dan dengan infrastruktur komputasi yang secara khas terletak di berbagai lokasi fisik untuk memperbaiki pemulihan bencana, dan
E.             Berpotensi mengurangi jejak karbon, karena untuk lebih efisien penggunaan perangkat keras komputer kebutuhan listrik berkurang dan ac berkurang.

VII.    Resiko Cloud Computing
A.      Resiko Cloud Computing secara Umum
Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain[31]:
  1. service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery,
  2. privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama,
  3. compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user,
  4. data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu datadisimpan dalam cloud,
  5. data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

B.    Pertimbangan dalam analisa Resiko
Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
1.    Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
2.    Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
3.    Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider
4.    Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
5.    Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
6.    Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
7.    Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
8.    Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.



Daftar Pustaka

1.                                Ahmed Mohamed Gamaleldin “An Introduction to Cloud Computing Concepts” Software Engineering Competence Center 2013
2.                                Alex Budiyanto Komunitas Pengantar Cloud ComputingCloud Computing Indonesia 2012
3.                                Alexa Huth and James CebulaThe Basics of Cloud Computing” Carnegie Mellon University 2011
4.                                Berkah I. Santoso,” Cloud Computing dan Strategi TI Modern” Komunitas Cloud Computing Indonesia, 2012
5.                                Cisco “Cisco Cloud Computing -Data Center Strategy, Architecture, and Solutions Point of View White Paper
6.                                Cloud computing basic
7.                                Cloud U “Understanding the Cloud Computing Stack: PaaS, SaaS, IaaSDiversity Limited, 2011
8.                                Crowe Horwath, “Enterprise Risk Management for Cloud Computing” COSO Juni 2012
9.                                David Chappell “A short Introduction into Cloud Platform, an Enterprise Oriented View”, David Chappell and Asosiated 2008
10.                            for U.S. Public Sector” Cisco System Inc. 2009
11.                            Garry Conway “Introduction of Cloud Computing” IVI (Innovation Value Institute) 2011
12.                            Gerd Breiter “IBM Cloud Computing Architecture: Beberapa Aspek Pilihan”, IBM Corp. 2011
13.                            Herwin Anggeriana, S.Kom.,M.Kom “Cloud Computing (Komputasi Awan)”, http://www.facebook.com/ITlinks.co.id hal.6
14.                            http://id.wikipedia.org/wiki/Platform akses tgl 21/11/2014.
15.                            IDC analyze the future Quantitative Estimates of the Demand for Cloud Computing in Europe and the Likely Barriers to Take-up, 2012
16.                            Larry Coyne dkk “IBM Private, Public, and Hybrid Cloud Storage Solutions” IBM Corp second edition 2014
17.                            M. Hamdaqa and L Tahvildari “Cloud Computing Uncovered: A Research Landscape” Advances in Computers Vol. 86 Elsevier Inc. 2012
18.                            Peter Mell dan Timoty Grance “The NIST Definition of Cloud Computing” NIST 2011
19.                            Robbins, D. (2009, Mei 16). Cloud Computing Explained. Retrieved April 1, 2011, http://www.pcworld.com/article/164933/cloud_computing.html
20.                            Sanja Mohorovičić, Colud on IT Horizon, INFuture2009: “Digital Resources and Knowledge Sharing”
21.                            The office of privacy commissioner of Canada “Introduction to Cloud Computing” tt
22.                            Thomas Erl.at all “Cloud Computing: Concept, Technology and Architecture”, Prentice Hall 2013
23.                            Torry Haris “Cloud Computing an Overview” Torry Haris Business Solution, tt



[1] Cloud computing basic hal 3
[2] Crowe Horwath, “Enterprise Risk Management for Cloud Computing” COSO Juni 2012
[3]Berkah I. Santoso,” Cloud Computing dan Strategi TI Modern” Komunitas Cloud Computing Indonesia, 2012
[4] Sanja Mohorovičić, Colud on IT Horizon, INFuture2009: “Digital Resources and Knowledge Sharing” hal.667.
[5] IDC analyze the future Quantitative Estimates of the Demand for Cloud Computing in Europe and the Likely Barriers to Take-up, 2012 hal 10
[6] Peter Mell dan Timoty Grance “The NIST Definition of Cloud Computing” NIST 2011 hal 2
[7] The office of privacy commissioner of Canada “Introduction to Cloud Computing” tt hal.1
[8] Garry Conway “Introduction of Cloud Computing” IVI (Innovation Value Institute) 2011 hal 2
[9] Thomas Erl.at all “Cloud Computing: Concept, Technology and Architecture”, Prentice Hall 2013 hal 33
[10] Peter Mell, opcit hal 2
[11] M. Hamdaqa and L Tahvildari “Cloud Computing Uncovered: A Research Landscape” Advances in Computers Vol. 86 Elsevier Inc. 2012 hal 44
[12] Herwin Anggeriana, S.Kom.,M.Kom “Cloud Computing (Komputasi Awan)”, http://www.facebook.com/ITlinks.co.id hal.6
[13]Alex Budiyanto Komunitas Pengantar Cloud ComputingCloud Computing Indonesia 2012 hal 2
[14] Ahmed Mohamed Gamaleldin “An Introduction to Cloud Computing Concepts” Software Engineering Competence Center 2013 hal 5
[15] M. Hamdaqa and L Tahvildari, op cit hal 45
[16] Peter Mell, op.cit hal 3
[17] Larry Coyne dkk “IBM Private, Public, and Hybrid Cloud Storage Solutions” IBM Corp second edition 2014 hal 4
[18] M. Hamdaqa and L Tahvildari, op cit hal 51
[19] Torry Haris “Cloud Computing an Overview” Torry Haris Business Solution, tt hal 3
[20] David Chappell “A short Introduction into Cloud Platform, an Enterprise Oriented View”, David Chappell and Asosiated 2008 hal 11
[21] Alexa Huth and James CebulaThe Basics of Cloud Computing” Carnegie Mellon University 2011 h 2
[22] Ahmed Mohamed Gamaleldin,op.cit. hal 6
[24] Torry Haris, ibid
[25] Larry Coyne dkk, ibid hal 4
[26] Cloud U “Understanding the Cloud Computing Stack: PaaS, SaaS, IaaSDiversity Limited, 2011 h 8.
[27] U Cloud ibid h 12
[28] Gerd Breiter “IBM Cloud Computing Architecture: Beberapa Aspek Pilihan”, IBM Corp. 2011
[29] Cisco “Cisco Cloud Computing -Data Center Strategy, Architecture, and Solutions Point of View White Paper
for U.S. Public Sector” Cisco System Inc. 2009 hal. 8
[31] Robbins, D. (2009, Mei 16). Cloud Computing Explained. Retrieved April 1, 2011, http://www.pcworld.com/article/164933/cloud_computing.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar