I. Pengantar
Komputasi awan (cloud computing) ada di mana-mana. Ambil beberapa majalah atau
kunjungi sebagian besar web site IT, atau blog, anda akan diyakinkan untuk melihat
pembicaraan tentang komputasi awan[1].
Dalam evolusi teknologi komputasi pemrosesan informasi telah bergeser dari mainframe personal komputer (pc) ke server centris komputer ke Web. Saat ini
banyak organisasi yang serius untuk mempertimbangkan menggunakan komputasi awan[2].Berdasarkan
riset Kai-Uwe Ruhse, CISA, PCI QSA dan Maria Baturova, Maret 2012, salah
seorang manager
senior dan konsultan pada lembaga Protiviti Jerman (www.protiviti.de), dari beberapa studi kasus proyek cloud computing yang memperlihatkan
perubahan kepada cloud computing
memperlihatkan terjadinya banyak perubahan keputusan strategis dan penting bagi
para manajer TI. Perencanaan strategis SI/TI yang telah berjalan perlu dikaji
ulang terkait dengan pemilihan skenario penggunaan layanan cloud computing yang
sesuai[3].
Istilah Cloud Compting menjadi sangat popular saat ini dan banyak
perusahaan ingin mengambil bagian di dalamnya[4].
IDC analyze dalam reportase penelitiannya menyebutkan bahwa terjadi peningkatan
penggunaan cloud computing antara
tahun 2011 sampai dengan 2014 sebagaimana gambar grafik[5]
di bawah ini
Sehingga
menjadi sangat menarik untuk mengetahui lebih lenngkap tentang cloud computing,
terutama tentang framework, teknologi dan contoh-contoh aplikasi public tentang
cloud computer.
II. Pengertian Cloud Computing
Untuk dapat memahami tentang cloud computing dimulai dengan memahami
pengertian cloud computing. Ada banyak tersedia definisi tentang cloud
computing yang diberikan para ahli dan organisasi. Namun sebagian besar merujuk
pada definisi yang dikemukakan oleh NIST. NIST (National Institute of Standards Technology) memberikan definisi
tentang cloud computing sebagai
sebuah model untuk memungkinkan ketersebaran, kenyamanan dan akses jaringan
berdasarkan permintaan pada sebuah sumber daya komputasi yang telah
dikonfigurasi bersama (misalnya, jaringan server, penyimpanan, aplikasi dan
layanan) yang dapat dengan cepat ditetapkan dirilis dengan upaya manajeman yang
minimal atau interaksi dengan penyedia layanan[6].
Sedangkan Kantor Komisaris Privasi Canada (The
Office of Privacy Commissioner of Canada) menjelaskan Cloud computing adalah penyediaan layanan komputasi melalui
Internet. Layanan Cloud memungkinkan
individu dan bisnis untuk menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras yang
dikelola oleh pihak ketiga secara remote (jarak jauh). Contoh layanan awan
meliputi penyimpanan online berkas, situs jejaring sosial, webmail, dan
aplikasi bisnis online[7].
Sementara itu Garry Conway (2011) menjelaskan bahwa komputasi awan,
secara umum, adalah sesuatu yang memberikan layanan host TI melalui Internet, dan memungkinkan
konsumen untuk mengakses layanan dan data melalui perangkat dengan Akses Internet. Apa yang membedakan komputasi
awan dari komputasi tradisional adalah bahwa: layanan cloud dijual atas permintaan; fleksibel
(pengguna dapat mengkonsumsi sebanyak atau sesedikit yang mereka butuhkan); dan
Layanan dikelola oleh provider[8].
Istilah ini berasal dari metafora untuk internet yang secara mendasar adalah
jaringan dari jaringan yang memberikan akses secara jarak jauh (remote) ke
sekumpulan (set) sumber daya IT yang terdesentralisasi[9]
Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa cloud computing adalah sebuah
model jaringan computer (computer network),
tersebar di mana-mana, yang dapat diakses melalui internet dan akses
berdasarkan permintaan (fleksibel/elastis), memiliki sumber daya komputasi dan
telah dikonfigurasi untuk penggunaan secara bersama-sama (shared) baik untuk
jaringan server, penyimpanan data atau layanan aplikasi, yang dapat disediakan
dengan cepat atau melalui interaksi dengan penyedia layanan.
III. Karakteristik Cloud Computing
Karakteristik adalah segala sesuatu yang menjadi ciri khas, dalam hal
cloud computing yang menjadi karakteristinya sebagaimana di ungkapkan oleh NIST[10]
berikut ini adalah karakeristik dasar cloud
computing merujuk pada penjelasan NIST dan kemudian diikuti oleh penjelasan
para ahli lainnya:
A. On demand Self Service :
Pengguna dapat secara sepihak
menentukan kapabilitas komputasi, seperti menentukan waktu server, jaringan
penyimpanan sesuai yang diperlukan secara otomatis tanpa berinteraksi dengan
manusia pada setiap penyedia jasa layanan, yaitu, konsumen dapat dilayani
secara otomatis dapat meminta layanan berdasarkan kebutuhan mereka, tanpa
interaksi manusia dengan penyedia layanan[11].
Atau dengan kata lain pengguna
dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang
mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet
service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet
maka user hanya membayar paket yang
diambil saja[12].
B. Broad network access
NIST menjelaskan karakteristik
ini sebagai kemampuannya menyediakan akses jaringan melalui mekanisme-mekanisme
standar yang memajukan penggunaan berbagai platform
baik thin client maupun thick client (misalnya ponsel, tablet,
laptop dan workstation). Sedangkan Komunitas
Cloud Computing Indonesia[13]
menjelaskan sebagai kapabilitas
layanan dari cloud provider tersedia
lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation,
dsb. Secara ringkas dapat dikatakan kemampuan Cloud (Hardware dan software) yang
tersedia melalui jaringan dan diakses melalui berbagai platform[14].
C. Resource
pooling.
Sumber daya
pelayanan di kumpulkan dalam satu tempat untuk melayanai berbagai pelanggan
dengan menggunakan model multi layanan, dengan fisik dan sumber daya virtual
yang berbeda secara dinamis ditugaskan dan ditugaskan kembali sesuai permintaan
pelanggan. Ada sebuah rasa independensi lokasi yang secara umum pelanggan tidak
memiliki kontrol atau pengetahuan melalui lokasi yang senyatanya dari
sumberdaya provider, tetapi mungkin sanggup menentukan lokasi pada level
abstraksi yang lebih tinggi (misalnya negara, provinsi atau pusat data).
Sebagai contoh sumber daya termasuk storage (media penyimpanan), pemroses,
memory dan bandwith. M.Hamdaqa dan L.Tahvildari (2012) menyebut karakeristik
ini sebagai Resource Pooling and Multi Tenancy, yaitu sumber daya cloud
seperti storage, memory, bandwitdh dan virtual machine,
dipakai bersama oleh multi pelanggang dan ditugaskan secara ekseklusive untuk
sementara waktu berjalan pada satu pengguna dalam satu waktu (bersamaan).
Penugasan sumberdaya dilakukan secara dinamis berdasarkan pada kebutuhan
pelanggan[15].
D. Rapid elasticity
Kapabilitas
dapat secara lentur (elastis) ditetapkan dan di rilis, pada beberapa kasus
dapat secara otomatis, untuk skala keluar masuk secara cepat sepadan dengan
permintaan. Untuk pelanggan ketersediaan kapabilitas untuk menyediakan yang
sering muncul menjadi tidak terbatas dan dalam setiap kuantitas dapat
disesuaikan setiap waktu.
E. Measured service
Sistem cloud
secara otomatis mengkontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan
memanfaatkan kemampuan pengukuran pada beberapa tingkat penyesuaian secara
abstrak pada macam-macam layanan (seperti storage,pemrosesan, bandwidth dan
akun pengguna aktive). Pemakaian sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan
dilaporkan secara transparan untuk kedua penyedia layanan dan pelanggan atas
penggunaan layanan.
Karakteristik
di atas berdasarkan pada kondisi yang tersedia saat ini, dan masih sangat
mungkin untuk berkembang pada masa yang akan datang.
IV. Model Komputasi Awan
Komputasi
awal memiliki pola layanan dan pola kerja yang kemudian disebut sebagai model.
Dalam cloud computing terdapat dua jenis model pertama model layanan atau
service model dan kedua model sebaran atau deployment model. Berikut ini akan
diuraikan tentang model-model tersebut.
A. Service Model (model layanan)
NIST
mengelompokkan layanan cloud dalam tiga kategori, yaitu Software as a Service
(SaaS) atau perangkat lunak sebagai sebuah layanan, Platform as a Service
(PaaS) atau Platform sebagai sebuah layanan dan Infrastructure as a Service
(IaaS) atau Infrastruktur sebagai sebuah layanan, akan tetapi IBM menambahkan
satu lagi bentuk layanan yaitu Business service as a Service (BaaS) atau Proses
Bisnis sebagai sebuah layanan. Secara hirarkhi kedua (NIST dan IBM) permodelan
tersebut di gambarkan sebagai berikut:
1. Software as
a Service (SaaS)
Sistem komputasi
awan (cloud) menyediakan layanan kepada pengguna dengan menyediakan
software yang dikembangkan oleh pihak provider, sedangkan konsumen (pelanggang)
tinggal menggunakan software yang telah tersedia tersebut dan umumnya software
tersebut dalam bentuk aplikasi yang siap pakai. Aplikasi umunya dapat diakses
dari berbagai antar muka klien, baik thin client seperti web browser
(mislanya email berbasis web), atau sebuah program antarmuka. Konsumen tidak
mengelola atau mengendalikan yang mendasari infrastruktur awan termasuk
jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan (storage), atau bahkan
kemampuan aplikasi secara individual, dengan kemungkinan pengecualian untuk
dilakukan konfigurasi pembatasan pada penggunaan tertentu[16].
Model SaaS
menyediakan layanan perangkat lunak aplikasi lengkap yang siap untuk digunakan.
Pengguna cloud hanya terhubung ke aplikasi yang sedang berjalan di
lokasi yang jauh; pengguna mungkin tidak tahu di mana. Penyedia layanan cloud
bertanggung jawab untuk mengelola infrastruktur cloud, platform di mana
aplikasi berjalan, dan aplikasi itu sendiri[17].
Sebuah
layanan dapat dikatakan sebagai SaaS jika memungkinkan konsumen (end
user) untuk mengakses dan menggunakan aplikasi perangkat lunak yang
dimiliki provider, dikerahkan dan dikelola oleh provider. Konsumen biasanya
memiliki kendali terbatas atas aplikasi tersebut dan dibatasi bagaimana mereka
menggunakan dan berinteraksi dengan aplikasi tersebut[18].
Dalam model
ini aplikasi lengkap yang ditawarkan kepada pelanggan sebagai layanan on
demand (atas permintaan). Sebuah contoh layanan cloud dan berbagai
pengguna akhir (pelanggan) dilayani dengan itu. Pada sisi pengguna tidak ada
investasi (modal) awal baik untuk pengadaan server atau lisensi perangkat
lunaknya. Sedangkan pada sisi provider biayanya lebih rendah karena hanya
menggunakan satu aplikasi dan perawatan. Saat ini layanan demikian ditawarkan
oleh perusahaan perusahaan seperti Google, Salesforce, Microsoft, Zoho dan
lain-lain[19].
Aplikasi
SaaS saat ini sering berupa layanan yang dapat diakses oleh aplikasi lokal atau
aplikasi cloud lainnya. Aplikasi Salesforce.com dari CRM misalnya,
menyediakan berbagai layanan yang dapat digunakan untuk mengitegrasikan
fungsi-fungsi dengan aplikasi lokal[20].
SaaS membuat anda perlu untuk memiliki salinan fisik perangkat lunak (software)
untuk di install dalam perangkat anda. SaaS juga membuat lebih mudah
untuk memiliki software yang sama pada semua perangkat yang berbeda
sekaligus dengan mengakses melalui Cloud[21].
SaaS memiliki beberapa ciri
tertentu[22]:
a.
Availability
via web browser (Ketersediaan melalui Web Browser): SaaS
tidak pernah membutuhkan instalasi software di Laptop atau Dekstop.
b.
On Demand
Availability (Ketersediaan atas permintaan): tidak perlu proses penjulan untuk
mendapatkan akses SaaS, sekali memiliki akses maka dapat mengaksesnya kembali
kapanpun di manapun.
c.
Payment term
based on usage (Pembayaran berdasarkan penggunaan): SaaS tidak memerlukan
investasi infrastruktur atau pengaturan kompleks, sehingga Anda tidak perlu
membayar biaya setup besar. Anda hanya harus membayar untuk bagian-bagian dari
layanan yang Anda gunakan saat Anda menggunakannya. Bila Anda tidak perlu lagi
layanan tersebut, Anda hanya berhenti membayar.
d.
Minimal IT
Demands (permintaan Teknologi Informasi yang minim): Sistem SaaS tidak
memerlukan pengetahuan teknis yang tinggi untuk melakukan konfigurasinya.
- Platform as a Service
Dalam ilmu komputer, platform atau serambi merupakan kombinasi antara sebuah arsitektur perangkat
keras dengan sebuah kerangka
kerja perangkat
lunak (termasuk
kerangka kerja aplikasi).
Kombinasi tersebut memungkikan sebuah perangkat lunak, khusus perangkat lunak
aplikasi, dapat berjalan. Platform yang umum sudah menyertakanarsitektur, sistem
operasi, bahasa pemrograman dan antarmuka yang terkait (pustaka sistem runtime atau antar muka pengguna grafis)
untuk komputer.
Platform
adalah unsur yang penting dalam pengembangan perangkat lunak.
Platform mungkin dapat didefinisikan secara sederhana sebagai tempat untuk
menjalankan perangkat lunak. Penyelenggara platform menyediakan pengembang perangkat lunak dengan kesepakatan serangkaian kode
logika yang akan berjalan secara konsisten sepanjang platform ini berjalan di
atas platform yang lainnya. Kode logika ini mencakup bytecode, kode sumber,
dan kode mesin.
Dengan demikian, pelaksanaan program tidak dibatasi oleh jenis sistem operasi
yang tersedia. Platform telah menggantikan sebagian besar bahasa mesin
independen[23].
Dalam cloud
computing platform as a service dipahami sebagai pelayanan berupa platform. NIST menjelaskan
PaaS sebagai kapabilitas yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan
kepada infrastruktur yang telah dibuat, atau aplikasi yang telah dibuat dengan
menggunakan bahasa pemrograman library,layanan dan peralatan pemrograman yang
disediakan oleh provider.
Di sini, lapisan lingkungan software, atau pengembangan
dirumuskan & ditawarkan sebagai layanan, di mana tingkat lain yang lebih
tinggi dari layanan dapat dibangun. Pelanggan memiliki kebebasan untuk
membangun aplikasi sendiri, yang berjalan pada infrastruktur penyedia[24].
Dimana pengguna dapat menyediakan aplikasi mereka sendiri
atau melakukan aktivitas pengembangan. Berikut ini adalah contoh layanan yang
menggunakan model PaaS[25]:
- Middleware
- Application servers
- Database servers
- Portal servers
- Development runtime environments
PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa “rumah”
berikut lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan
tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut.
Yang penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan
“rumah” ini (sistem operasi, network, database engine, framework
aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
PaaS memiliki ciri atau karakter khas
sebagai berkut[26]:
a.
Melayani pengembangan, pengujian,
penyebaran, penempatan dan pemeliharaan aplikasi dalam satu lingkungan
pengembangan yang terintegrasi. Semua variasi layanan dibutuhkan untuk memenuhi
proses pengembangan aplikasi
b.
User interface (antar muka pengguna)
berbasis web, mencipatakan tool (alat bantu) untuk menciptakan, memodifikasi,
menguji, dan menyebarkan skenario UI (user interface) yang berbeda.
c.
Arsitektur multi pelanggan dimana
berbagai pengguna yang saling bersaing memanfaatkan aplikasi pengembangan yang
sama.
d.
Dibangun skalabilitas untuk pengembangan
software termasuk load balancing dan failover.
e.
Terintegrasi dengan layanan web dan
basis data melalui standard sebagaimana umumnya.
f.
Dukungan untuk melakukan kolaborasi tim
pengembangan- beberapa PaaS solution menyertakan perangkat perencanaan project
dan komunikasi.
g.
Bantuan peralatan (tool) untuk menangani
tagihan dan sumbangan.
- Infrastructure as a Service (Infrastruktur sebagai Layanan)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing
sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory,
network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU),
penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan konfigurasi lainnya
yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa
komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini
untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem
operasi dan aplikasi apapun diatasnya.
IaaS memiliki karakteristik[27]
sebagai berikut:
a.
Sumber daya didistribusikan sebagai
layanan
b.
Terbuka terhadak skala yang dinamis
c.
Memiliki variasi biaya, model kegunaan
harga
d.
Umumnya termasuk banyak pengguna pada
sebuah perangkat keras tunggal.
Dari ketiga layanan tersebut secara
ringkas digambarkan oleh Torry Haris, sebagai berikut:
B. Deployment
Model
Model penyebaran Cloud menurut beberapa
ahli dan kalangan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi,
menyebutkan model penyebaran Cloud adalah sebagai berikut:
1. Public Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang
disediakan untuk masyarakat umum. Pengguna bisa langsung
mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang
gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanannya.
Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live
Mail, dsb. Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365,
GoogleApps, dsb.
2. Private Cloud
Adalah layanan cloud computing yang
disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan.
Biasanya departemen IT akan berperan sebagai service provider (penyedia
layanan) dan departemen lain menjadi service consumer. Sebagai service
provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan
bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah
ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang
ada. Contoh layanannya:
SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal. PaaS:
Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal IaaS:
Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan
internal
3. Hybrid Cloud
Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang
diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini,
kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan
proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
4. Community Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk
komunitas tertentu, yang consumer-nya berasal dari organisasi yang
mempunyai perhatian yang sama atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar
keamanan, aturan, compliance, dsb. Community Cloud ini bisa
dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau lebih organisasi dari
komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya.
V. Arsitektur
Cloud Computing
Beberapa badan usaha besar telah
mengembangkan framework arstiketur cloud computing, diantaranya adalah IBM,
Cisco, Amazone, berikut ini adalah arsitektur cloud dimaksud.
A.
Arsitektur IBM
IBM mengembangkan arsitektur cloud
dengan dan menyebutnya sebagai Cloud Computing Refference Architecture (CC RA)[28],
yaitu modular framwork Silang IBM, untuk memahami bagaimana elemen-elemen yang
berbeda dalam sebuah lingkingan cloud berhubungan satu dengan yang lainnya. Hal
ini juga untuk menggali lebih dalam setiap elemen yang membentuk CCRA.
Arsitektur CCRA digambarkan sebagai
berikut:
Prinsip-prinsip dasar arsitektur CCRA
adalah sebagai berikut:
1.
Desain untuk cloud skala efisiensi
(“Prinsip Efisiensi”)
Desain untuk efisiensi skala cloud, dan
waktu untuk membawa/waktu untuk matrik perubahan, ketika menyadari
karakteristik cloud seperti elastisitas, akses layanan mandiri, dan sumber daya
yang fleksibel.
2.
Layanan untuk manajemen yang ramping (“Prinsip
Keringanan/Kemudahan”)
Dukungan sandaran untuk layanan yang
ringan dalam kebijakan manajemen, proses
dan teknologi.
Eksploitasi radikal tingkat tinggi untuk
standardisasi di lingkungan awan untuk mengurangi biaya manajemen, berdasarkan
pendekatan Eliminate-Standardize-Optimize
3.
Mengidentifikasi Kesamaan Pengaruh (“Prinsip skala
yang ekonomis)
Identifikasi dan kesamaan pengaruh dalam
desain layanan cloud: memaksimalkan pembagian pada manajemen komponen,
infrastuktur dan layanan infrastruktur/platform layanan cloud pada layanan
cloud untuk mengurangi pengeluaran modal dan pengeluaran operasional dan waktu
untuk pemasaran.
4.
Mendefinisikan
dan Mengelola Layanan Cloud umum sepanjang Siklus Hidup (“prinsip genericitas”)
Mendefinisikan contoh layanan dan
menegelola contoh-contoh layanan secara umum sepanjang siklus hidupnya pada
I/P/S/BPaaS,yaitu dukungan untuk IaaS/PaaS/SaaS/BpaaS layanan cloud dalam
sebuah mode yang umum dalam satu manajemen platform
Prinsip prinsip tersebut
diimplimentasikan dengan diagram sebagai berikut:
B.
Cisco Arsitektur Framework
Cisco, sebuah perusahaan yang selama ini
bergerak pada perangkat jaringan komputer turut serta memberikan pendapatnya
tentang framework cloud. Akan tetapi titik tekannya lebih pada aspek sistem
storage. Berikut ini adalah gambaran arsitektur yang dikembangkan oleh Cisco[29].
Gambar tersebut dijelaskan, bahwa model
referensi, yang menggambarkan
lapisan arsitektur, terhubung melalui API
dan repositori. Jika kita mempelajari kerangka lebih dekat, berikut aspek dapat
diartikulasikan. Pada dasar dari kerangka kerja ini adalah arsitektur teknologi
data center, yang terdiri dari tiga blok penting dari jaringan, menghitung, dan
penyimpanan. Lapisan ini host semua
layanan yang disampaikanuntuk konsumen awan atau pelanggan. Lapisan penting adalah
lapisan keamanan. Mengambil kunci dalam lapisan ini adalah bahwa keamanan
diselimuti sebagai tujuan end-to- Arsitektur di semua aspek kerangka. Keamanan
dianggap sebagai salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan di
framework cloud; maka, itu harus diperhitungkan dalam arti yang komprehensif.
Setelah teknologi dan lapisan keamanan adalah lapisan Layanan Orkestrasi, yang
diimplementasikan dengan konfigurasi pembangkit repositori. Repositori
menyimpan informasi konfigurasi utama seperti sebagai katalog layanan,
inventarisasi aset, dan sumber daya untuk layanan pemetaan. Lapisan ini
merupakan lapisan penting karena memetakan komponen teknologi untuk komponen
layanan dan berfungsi sebagai titik referensi selama layanan penyediaan.
Lapisan orkestrasi layanan adalah "lem" yang mengintegrasikan lapisan
bawah untuk membuat layanan untuk pengiriman. Lapisan berikutnya juga di mana
infrastruktur dan manajemen pelayanan fungsi berlangsung. Lapisan paling atas
adalah lapisan interface konsumen, biasanya didapat melalui solusi portal. Ini
adalah lapisan di mana layanan didefinisikan,diminta, dan dikelola oleh
konsumen.
VI. Cloud
computing sebagai business drivers
Cloud computing
berpotensi untuk membantu agensi (lembaga-lembaga) memberi pengaruh teknologi
moderen seperti komputer, virtualisasi dan interaksi diseluruh dunia melalui
konektifitas internet. Beberapa kunci Business Drivers adalah[30]:
A.
Mengejar
oportunitas bisnis baru, seperti mencoba hal baru untuk mencari
dan berinteraksi dengan pelanggan melalui internet.
B.
Mengurangi
modal awal dari belanja modal untuk peralatan komputer dan
biaya-biaya yang berkaitan seperti fisik pusat data dan staf pendukung,
sementara mengurangi resiko financial yang terkait dengan Lembaga dengan
mengganti biaya modal awal dengan perkiraan operasional yang asuk akal.
C.
Berpotensi
mengurangi biaya berkelanjutan (ongoing cost), karena untuk
penggunaan infrastuktur dan spesialis teknis yang secara khas berbagi antara
beberapa pelanggan untuk mencapai skala yang ekonomis, bagaimanapun biaya untuk
menerapkan kendali untuk membantu mengarahkan resiko-resiko terutama yang
berkaitan dengan Infrastuktur bersama dapat mengurangi potensi penghematan biaya
pada beberapa jenis cloud computing.
D.
Meningkatkan
potensi bisnis berkelanjutan dan ketersediaan infrastuktur komputasi
jika pengguna memiliki jaminan atas ketersediaan konektifitas jaringan dimana
infrastruktur dapat secara cepat dan fleksibel skala untuk memenuhi puncak dan
palung pada permintaan penggunaan, dan dengan infrastruktur komputasi yang
secara khas terletak di berbagai lokasi fisik untuk memperbaiki pemulihan
bencana, dan
E.
Berpotensi
mengurangi jejak karbon, karena untuk lebih efisien penggunaan
perangkat keras komputer kebutuhan listrik berkurang dan ac berkurang.
VII. Resiko
Cloud Computing
A. Resiko
Cloud Computing secara Umum
Merujuk kepada
(Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing
ini antara lain[31]:
- service level, artinya
kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider.
Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery,
- privacy, yang berarti adanya
resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan
secara bersama-sama,
- compliance, yang mengacu
pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap
regulasi yang diterapkan oleh user,
- data ownership mengacu pada
resiko kehilangan kepemilikan data begitu datadisimpan dalam cloud,
- data mobility, yang mengacu
pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh
kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap
layanan cloud Computing.
B. Pertimbangan
dalam analisa Resiko
Beberapa
pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
1.
Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan
keamanan pada provider
2.
Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
3.
Patut dipertanyakan kendali akses istimewa
pada situs provider
4.
Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan
data
5.
Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan
tertukar
6.
Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit
operator
7.
Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
8.
Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap
peraturan.
Daftar Pustaka
1.
Ahmed
Mohamed Gamaleldin “An Introduction to Cloud Computing Concepts”
Software Engineering Competence Center 2013
2.
Alex
Budiyanto Komunitas “Pengantar Cloud Computing”Cloud Computing Indonesia 2012
3.
Alexa Huth and James Cebula “The Basics of Cloud
Computing” Carnegie Mellon University 2011
4.
Berkah I.
Santoso,” Cloud Computing dan
Strategi TI Modern” Komunitas Cloud Computing Indonesia, 2012
5.
Cisco “Cisco Cloud Computing -Data
Center Strategy, Architecture, and Solutions Point of View White Paper
6.
Cloud computing basic
7.
Cloud U “Understanding
the Cloud Computing Stack: PaaS, SaaS, IaaS” Diversity Limited, 2011
8.
Crowe Horwath, “Enterprise Risk
Management for Cloud Computing” COSO Juni 2012
9.
David Chappell “A short Introduction
into Cloud Platform, an Enterprise Oriented View”, David Chappell and Asosiated
2008
10.
for U.S. Public Sector” Cisco System
Inc. 2009
11.
Garry
Conway “Introduction of Cloud Computing” IVI (Innovation Value Institute) 2011
12.
Gerd
Breiter “IBM Cloud Computing Architecture: Beberapa Aspek
Pilihan”, IBM Corp. 2011
13.
Herwin
Anggeriana, S.Kom.,M.Kom “Cloud Computing (Komputasi Awan)”, http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
hal.6
14.
http://id.wikipedia.org/wiki/Platform
akses tgl 21/11/2014.
15.
IDC
analyze the future Quantitative Estimates of the Demand for Cloud Computing in
Europe and the Likely Barriers to Take-up, 2012
16.
Larry Coyne dkk “IBM Private, Public, and Hybrid
Cloud Storage Solutions” IBM Corp second edition 2014
17.
M. Hamdaqa and L
Tahvildari “Cloud Computing Uncovered: A Research Landscape” Advances in Computers Vol. 86 Elsevier Inc. 2012
18.
Peter
Mell dan Timoty Grance “The NIST Definition of Cloud Computing” NIST 2011
19.
Robbins,
D. (2009, Mei 16). Cloud Computing Explained. Retrieved April 1, 2011, http://www.pcworld.com/article/164933/cloud_computing.html
20.
Sanja
Mohorovičić, Colud on IT Horizon, INFuture2009: “Digital Resources and
Knowledge Sharing”
21.
The
office of privacy commissioner of Canada “Introduction to Cloud Computing” tt
22.
Thomas
Erl.at all “Cloud Computing: Concept, Technology and Architecture”, Prentice
Hall 2013
23.
Torry Haris “Cloud Computing an
Overview” Torry Haris Business Solution, tt
[3]Berkah I. Santoso,” Cloud Computing dan
Strategi TI Modern” Komunitas Cloud Computing Indonesia, 2012
[4]
Sanja Mohorovičić, Colud on IT Horizon, INFuture2009: “Digital Resources and
Knowledge Sharing” hal.667.
[5]
IDC analyze the future Quantitative Estimates of the Demand for Cloud Computing
in Europe and the Likely Barriers to Take-up, 2012 hal 10
[6]
Peter Mell dan Timoty Grance “The NIST Definition of Cloud Computing” NIST 2011
hal 2
[7]
The office of privacy commissioner of Canada “Introduction to Cloud Computing”
tt hal.1
[8]
Garry Conway “Introduction of Cloud Computing” IVI (Innovation Value Institute)
2011 hal 2
[9]
Thomas Erl.at all “Cloud Computing: Concept, Technology and Architecture”,
Prentice Hall 2013 hal 33
[10]
Peter Mell, opcit hal 2
[11]
M. Hamdaqa and L Tahvildari “Cloud Computing
Uncovered: A Research Landscape” Advances in
Computers Vol. 86 Elsevier Inc. 2012 hal 44
[12] Herwin Anggeriana,
S.Kom.,M.Kom “Cloud Computing (Komputasi Awan)”, http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
hal.6
[14]
Ahmed Mohamed Gamaleldin “An
Introduction to Cloud Computing Concepts” Software Engineering Competence
Center 2013 hal 5
[16]
Peter Mell, op.cit hal 3
[17] Larry Coyne dkk “IBM Private, Public, and Hybrid
Cloud Storage Solutions” IBM Corp second edition 2014 hal
4
[18] M.
Hamdaqa and L Tahvildari, op cit hal 51
[19] Torry Haris “Cloud Computing an Overview”
Torry Haris Business Solution, tt hal 3
[20] David Chappell “A short Introduction into
Cloud Platform, an Enterprise Oriented View”, David Chappell and Asosiated 2008
hal 11
[21] Alexa Huth and
James Cebula “The Basics of Cloud Computing” Carnegie Mellon University 2011 h 2
[22]
Ahmed Mohamed Gamaleldin,op.cit. hal
6
[24] Torry Haris, ibid
[26] Cloud U “Understanding the Cloud Computing Stack: PaaS,
SaaS, IaaS” Diversity
Limited, 2011 h 8.
[27] U Cloud ibid h 12
[28] Gerd
Breiter “IBM Cloud Computing
Architecture: Beberapa Aspek Pilihan”, IBM Corp. 2011
[29] Cisco “Cisco Cloud Computing -Data Center
Strategy, Architecture, and Solutions Point of View White Paper
for U.S.
Public Sector” Cisco System Inc. 2009 hal. 8
[31]
Robbins, D. (2009, Mei 16). Cloud Computing Explained.
Retrieved April 1, 2011, http://www.pcworld.com/article/164933/cloud_computing.html






Tidak ada komentar:
Posting Komentar