Minggu, 22 Desember 2013

5 pelajaran Kepemimpinan IT dari Kasus Kesalahan Pengguliran situs ObamaCare *)

Masih terdapat cukup ketidak sepakatan tentang ideologi, kemanjuran dan bahkan legalitas dari sebuah jangkauan aksi kepedulian (seperti Obamacare), namun terdapat konsensus bersama (luas) bahwa peluncuran website Healthcare.gov adalah sebuah kesuraman kegagalan. Dan seperti sekian banyak bencana bangunan teknologi, hal yang satu ini akan berfungsi sebagai moment pembelajaran bagi organisasi yang lain untuk menghindari kesalahan serupa.
Helthcare.gov adalah portal pemasaran asuransi kesehatan pemerintah federal,didesain untuk melayani jutaan orang dari 36 negara bagian yang diasuransikan. Situs ini dibangun oleh CGI Federal, sebuah perusahaan Canada yaitu kontraktor pemerintah federal bidang IT. Situs ini mengalami crash segera setelah peluncurannya pada tanggal 1 oktober yang telah mengalami gangguan permasalahan tekhnis. Situs ini tidak dapat mengikuti permintaan (demand), dan sebagian besar pengguna tidak dapat melengkapi pendaftarannya.
Merujuk pada pemberitaan CBN News, “Gedung Putih berpendapat bahwa ini adalah menunjukkan bahwa permintaan tinggi:’kesalahan terdapat pada fungsi volume” demikian dikatakan oleh Kepala Kantor Teknologi AS, “ambil langkah terhdarp volume tersbut dan akan kembali bekerja (normal-penterj)”
Sebagaimana pada tanggal 14 november CBN News memberitakan bahwa gedung putih melaporkan bawha situs tersebut telah dapat menerima registrasi sebesar 17.000 dalam satu jam. Dengan 30 juta orang amerika yang potensial menggunakan situs ini. Hal ini akan memerlukan waktu dua setengah bulan untuk melengkapi pendaftaran setiap orang, dengan opeasional situs 24 jam per tujuh hari. Pada bulan pertama, hanya 106 ribu orang terlengkapi.
Ketika ditanya tentang permasalahan situs ini, Rachel Meisier, juru bicara untuk “Center for Medicare and Medicaid Services” (Pusat perawatan Medic), yang bertugas mengawasi situs ini, menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan secara spesifik, bukannya merujuk pada siaran pers dengan arahan untuk menggunakan situs ini. Meisier mengatakan:”Total obligasi untuk untuk System IT adalah 630 juta dolar, dan kita telah menghabiskan 174 juta dolar dari total obligasi tersebut”.

Tech Pro Research berbelok dari keahlian IT untuk mendapatkan kebijaksanaan dari kegagalan bangunan situs Helthcare.gov. konsensusnya adalah bahwa terdapat lima hal utama yang dapat  dipelajari oleh perusahaan lain dari kegagalan situs ini,  termasuk hal-hal berikut ini:

1. Jika anda hendak meluncurkan sebuah situs baru, putuskan apakah akan menggunakan tenaga ahli yang dimiliki atau akan menggunakan tenaga ahli dari luar (out source) jika memilih untuk menggunakan tenaga outsource, sewa kontraktor yang baik.
2.  Ikuti langkah-langkah yang benar dalam menyewa vendor terbaik untuk proyek tersebut dan kelola (menej) hubungan dengan tepat;
3. Dapatkan satu orang yang bertanggungjawab terhadap proyek tersebut dengan hak veto yang mutlak.
4. Jangan mengabaikan masalah selama proyek berjalan, terbuka dan jujur atas kemajuan proyek dan lakukan uji coba situs
5. Selalu siap untuk berhasil atau gagal. Berharap yang terbaik namun bersiaplah terhadap hal yang terburuk. Miliki pedoman (guidelines) untuk mengelola (menej) setiap potensi kegagalan

Secara umum proyek (healthcare.gov) mengalami mismanajemen.yang diperjelas oleh reportase pemberitaan. Paula Tompkins, pendiri dan CEO Dearborn, Mich berbasis ChannelNet, mengatakan:”Pihak Manajemen tampaknya selalu menganggap remeh atas kompleksitas dalam memperoleh sistem yang berinteraksi secara konsisten dan dapat digunakan. Saya telah terlibat dalam  banyak teknologi berskala besar (enterprise) berbasis proyek yang mengalami mismanajemen. Saya selalu merekomendasikan bahwa sebuah perusahaan janganlah menggigit terlalu banyak dari yang dapat dikunyah. Anda harus realistis tehadap waktu dan anggaran yang tersedia.”

Putuskan “Gunakan orang sendiri (in House) atau orang lain (Out source)
Adalah sangat penting untuk secara dini memutuskan apakah menggunakan orang lain (out source) atas sebuah proyek atau dengan orang dalam (in house).satu poin terbesar yang dapat diambil pelajaran oleh perusahaan lain dari kegagalan beberapa website, merujuk pada Sanchit Vir Gogia, Analis Kepala pada Greyhound research di India, adalah “Problemnya bukan karena traffic yang terlalu besar semata. Sejumlah gangguan sistem tidak terdeteksi yang menyebabkan masalah. Fakta bahwa sedemikian besarnya (massive) kesalahan sistem yang tidak terdeteksi menunjukkan bahwa sistem belum diujicoba sebelum diluncurkan secara resmi. Hal ini adalah pelajaran paling besar dari keseluruhan kecelakaan (insiden), bahwa hanya satu yang tidak dapat menghindari dari melakukan uji coba (proper testing) sebelum sebuah web site atau sebuah program diluncurkan, secara khusus jika peluncurannya sedemikian besar.”

Langkah-langkah untuk mendapatkan Vendor terbaik
Untuk menghindari problem demikian, perusahaan harus memilih orang-orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Hal ini sering kali di maksudkan dengan harus memutuskan apakah akan menggunakan talenta orang sendiri (in house) ataukah merekrut orang luar (out source), yang terbaik adalah menggunakan talenta orang dalam, namun jika harus menggunakan orang luar maka harus berhati-hati dalam merekrut outsource untuk pekerjaan tersebut.

Untuk memilih kontraktror yang bernar.Andreas Gabner. Seorang ahli strategi teknologi pada Compuware APM Center of Exellence, mempunyai beberapa tip. Dia berkata: “Memiliki Pengalaman dalam Skala Besar, Memiliki komplesitas sebaran dan memahami secara mendalam tentang Aplication Performance Management, adalah hal yang sangat krusial untuk setiap kontraktor yang ikut serta dalam pengembangan dan pembangunan pada skop dan sekala demikian. Untuk lebih meyakinkan atas kontraktor yang diikutsertakan perusahaan harus menyelami lebih dalam dengan pengujian beban, prestasi, masalah skalabilitas, secara menyeluruh, mendalam dan luas atas sebuah situs seperti Healthcare.gov dari sisi terbalik, sebagaimana dari sudut pandang para pengguna akhir (end user) dan identifikasi masalah sampai pada akar penyebabnya, dan semua cara pada kode yang saling bersinggungan pda satu garis.

David Pecker, seorang kepala X by 2 pada Farmingthon Hills, Mich, mengatakan: “Memilih seorang kontraktor/vendor adalah sangat penting dan sangat sulit. Analisis sederhana atas materi yang dipasarkan, presentase penjualan dan sedikit referensi persiapan tidak akan memudahkannya. Sebuah analisis yang lebih menyeluruh dan proses seleksi sangat diperlukan dalam gagasan-gagasan (rencana) yang penting. Orang orang yang melakukan nalisis ini perlu memiliki pengalaman serupa, memberikan inisiasi sendiri.  Sehingga mereka tahu apa yang mereka inginkan dan dimana mereka akan mencari, jika anda tak memiliki orang-orang demikian pada staff, cari mitra bersama yang memiliki keahlian untuk membantu mengerjakan hal ini. Mengapa membawa The A-Team (tim yang baik)  setelah gagal? Proyek seperti ini seharusnya ditugaskan dengan The A-Team (tim yang baik) dari awal”

Berikan kepala proyek kewenangan penuh
Yang sangat krusial adalah memberikan kepada seseorang kewenangan penuh atas proyek. Mereka boleh memveto segala sesuatunya tanpa perlu konsensus grup.
Dalam memilih project manajer terbaik untuk melakukan tugas ini, Pecker mengatakan: ”Tantangannya adalah bagaimana anda menceritakan kenyataan project manajer dan para arsitek dari kepura-puraan, dan bagaimana anda menghindari administrasi Pemeriksaan pemeliharaan (Prevetative Maintenance cheks=PMs= Pemeriksaan yang dilaksanakan pada interval yang ditentukan sebelumnya atau yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan ditujukan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan atau degradasi performans) dan hanya memberikan yang memberi nilai sangat kecil pada implementasi sistem yang sangat penting. Memang sangat sulit untuk menjelaskan perbedaannya kecuali anda adalah seorang manajer yang sangat kuat dan memimpin sendiri. Jika anda memiliki manajer yang kuat bahwa anda tahu dan anda percaya pada staff atau bersedia (avaliable) untuk anda. Pastikan mereka membantu anda mewawancarai Pemeriksaan Untuk Pemeliharaan (PMs) pada proyek-proyek utama lainnya. Mereka dapat membantu menemukan letak kekuatan dan kelemahan para calon. Jika anda tidak memiliki orang-orang yang capable (memiliki kapasitas) untuk membantu, lakukan yang terbaik untuk menentukan project manajer dan para arsitek yang mempunyai bukti trek rekord (track record) untuk memberikan proyek proyek sejenis pada anda. Jangan lanjutkan hanya dengan resume mereka. Bicara dengan para stakeholders yang pernah bekerja dengan mereka. Jika mereka baik, mereka memiliki daftar customer yang panjang, dan mereka dengan senang hati menyanyikan (menceritakan) pujiannya”.

Tranparan atas Project
Hal penting selanjutnya adalah jujur terhadap kemajuan proyek, merujuk pada pendapat Robert Kelly, Manajer Mitra pada Releigh, NC dibawah Kelly Project Solution (sebuah perusahaan).
“Etika dan transparansi adalah hal yang kritis untuk kesuksesan project. PMs (Preventitive Maintenance cheks=Pemeriksaan yang dilaksanakan pada interval yang ditentukan sebelumnya atau yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan ditujukan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan atau degradasi performans), kredibilitas jangka panjang pada sisi organisasi. Setelah organisasi menyetejui fakta project bahwa menangani inovasi (pembaharuan), lahan baru atau pemecahan masalah yang dalam didalam organisasi, kemudian setiap orang akan ditempatkan pada posisi-posisi yang tepat untuk berbagi masalah. Obamacare telah muncul sebagai drama politik dan Pelanggan (asuransi= rakyat Amerika) telah menjadi korban. Hal ini tidak jauh dari apa yang terjadi pada lembaga pemerintahan atau pemilik perusahaan perorangan yang lain. Sebagian besar survey menunjukkan bahwa proyek sukses diseputaran 35 persen. Jika anda seorang eksekutif dan manajer proyek anda tidak menceritakan tentang berbagai masalah dan pergeseran jadwal, maka sangat berhati-hatilah.”  Kata Kelly.

Untuk mendukung semangat transparansi, “manajemen harus mempercepat pemahamaman mereka tentang tantangan ke depan pada tim project. Hal ini tidaklah sedang mengatakan persetujuan pada kegagalan sebuah project, tetapi sedang mengatakan bahwa peralatan sedang digunakan dan para ahli sedang bekerja keras dan perusahaan harus mendukung usaha mereka”

Kelly menyarankan pengembangan sebuah project intranet yang para stakeholder dan setiap orang lain dapat mengulas bagaimana project secara langsung mendukung tujuan bisnis, perencanaan project dan menit pertemuan mingguan.
“Untuk secara efektif mengurangi dan mengelola kegagalan, perusahaan harus menapatkan (me-hire)  para pemimpin project. Adalah sangat mudah untuk mengatakan bahwa setiap orang telah setuju dengan permasalahan yang terjadi dan pihak menejemen haruslah memberi dukungan. Akan tetapi manajemen harus memperoleh/memperbaiki tingkatan kepercayaan untuk mengerjakan ini. Pemimpin project tidak akan hanya menyatakan bahwa masalah terjadi dan baru saja” lanjut Kelly.

Bersiaplah untuk sukses atau gagal
Dan Vaughn Bullard, CEO dan pendiri Washington DC, berbasis Build Automate.Inc. mengatakan: “Tidaklah penting seberapa banyak yang anda rencanakan, sesuatu akan selalu mengalami kesalahan. Dalam sudut pandang saya, terlihat tidak ada yang difikirkan pada waktu perencanaan selain dari pada pemasaran sebuah web site itu saja. Pada titik ini, berjalan pada tujuh minggu digulirkan ke publik dan tidak berfungsi secara lengkap. Maka akan muncul akurasi, fungsi dan kemampuan bekerja yang dikorbankan akibat tim pengembangan dan peluncuran lebih khawatir pada konsekwensi jika tidak dapat bergurlir. Sayangnya, perguliran tidak berfungsi dan lebih buruk lagi jika mereka baru saja  menunjukkan menahan dan menunda bergulirnya web site. Disini, seharusnya jangan pernah dipublikasi tanpa dilakukan uji coba secara extensive. Kontraktor telah memberitahu pemerintah bahwa ini sudah siap meskipun kelemahan utama sistem sudah jelas, itu mengherankan buat saya. Jika saya memiliki pekerja yang melakukan hal serupa, saya harus menghentikan pekerjaan mereka. Ini sangat sederhana”

Apa yang akan datang pada akhirnya, Bullard, berkata: yaitu adalah “kualitas dan integritas diperhitungkan dalam segala hal”


Artikel adalah translate dari artikel asli yang ditulis oleh, TEENA HAMMOND pada http://www.techproresearch.com/article/5-lessons-it-leaders-can-learn-from-obamacare-rollout-mistakes/